Pangjajap wisuda sebagai Tradisi yang Membudaya pada Setiap Generasi


Pangjajap wisudawan wisudawati Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi yang dilaksanakan pada 21 Juli 2018 berjalan secara meriah. Kegiatan yang dilaksanakan dalam waktu 3 periode ini merupakan suatu kebiasaan yang membudaya yang menjadi ciri khas dari Fakultas Pertanian. Tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya dimana pangjajap dimeriahkan oleh seni musik gamelan dan penari diantaranya merak, mamayang, payung, lengser serta ambu, dan sebagainya. Acara yang dimeriahkan oleh seluruh elemen warga faperta ini dikhususkan untuk 11 wisudawan wisudawati yang terdiri dari 4 mahasiswa jurusan Agroteknologi dan 7 mahasiswa jurusan Agribisnis. Adapun perolehan IPK tertinggi mahasasiswa Fakultas Pertanian pada periode wisuda kali ini yaitu diraih oleh Lutfia Nur Rohmah yang merupakan mahasiswa jurusan Agribisnis dengan perolehan sebesar 3,86.


Raditya Muhammad selaku korlap peserta menuturkan bahwa perbedaan konsep tahun sekarang dengan tahun sebelumnya yaitu dari segi kepanitiaan, untuk tahun sebelumnya terdiri dari angkatan 2016 dan 2017 sedangkan untuk tahun sekarang sepenuhnya dipegang oleh angkatan 2017. Dari segi pemain seperti mamayang, Ambu lengser, merak, pemegang umbul-umbul, payung hingga sisingaan semuanya terdiri dari angkatan 2017. Adapun perbedaan lainnya pada periode pangjajap kali ini untuk konsep paturay tineung dilaksanakan secara indoor sehingga berbeda dari  tahun sebelumnya dimana konsepnya dilaksanakan secara outdoor karena disesuaikan dengan kemauan wisudawan.


Kendala pada periode pangjajap kali ini yaitu dari segi SDM (Sumberdaya Manusia) yang berpengaruh pada faktor kesiapan. Harapan kedepannya kebudayaan pangjajap wisuda ini harus dipertahankan dan untuk kedepannya harus ada inovasi baru supaya kebudayaan ini tetap ada dan ada inovasi baru. Anggaran yang dipakai untuk acara pangjajap wisuda ini yaitu kurang lebih sekitar 9 juta yang dipergunakan untuk jasa rias, kostum, sewa panggung, konsumsi, sewa alat, stand bazar, dan lain sebagainya. Satu kalimat mengenai pangjajap dari Raditya Muhammad selaku korlap panitia bahwa "Fakultas Pertanian bergerak bersama, saling berkolaborasi dan menjunjung tinggi kekeluargaan".


Ulpatun Nasiah selaku perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa departemen Kebudayaan ikut menanggapi acara pangjajap yang menyatakan bahwa Antusias warga faperta dan dari tiap elemennya,ormawanya juga mendukung dalam acara pangjajap wisuda ini. Semoga pangjajap selanjutnya lebih meriah dan kebudayaan yang baik ini tetap dijaga tanpa harus terputus. (vika)

Pangjajap wisuda sebagai Tradisi yang Membudaya pada Setiap Generasi Pangjajap wisuda sebagai Tradisi yang Membudaya pada Setiap Generasi Reviewed by LPM Gemercik on Sunday, July 22, 2018 Rating: 5

Fashion

Close