Agent Training Organization (ATO): Kontribusi Besar Jajap Wisuda FIK


Gemercik News – Tasikmalaya (21/7)  Jajap Wisuda memang sudah menjadi tradisi di Universitas Siliwangi sebagai wujud penghargaan terhadap para mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan studinya dan menyandang gelar sesuai bidang masing-masing. Jajap Wisuda juga mungkin sudah menjadi program kerja dari masing-masing BEM yang ada disetiap fakultas. Sudah pasti bahwa masing-masing fakultas memiliki konsep yang berbeda-beda baik antar fakultas ataupun antar periode.


Jajap wisuda periode Juli 2018, Fakultas Ilmu Kesehatan mengusung tema dan konsep yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tema yang diusung kali ini lebih berorientasi pada budaya tradisional sunda, yaitu “Ngawujudkeun Hirup Anyar Sangkan Kesmas Nu Kawentar.” Tujuan dari tema itu sendiri agar jajap wisuda ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Kesmas berhasil mewujudkan mimpi dan hidup mereka yang baru sebagai Sarjana Kesehatan Masyarakat serta berharap agar citra Kesmas lebih mashur. Namun tema yang diusung tidak membatasi kreativitas dari para panitia dalam menentukan konsep acara, walaupun secara keseluruhan konsep acara dan tema itu sejalan yaitu berdasar pada tradisional sunda. Seperti pada saat prosesi pangjajap wisuda, 32 (tiga puluh dua) wisudawan FIK diiring oleh kesenian calung dan tari-tarian yang sangat bercirikhaskan budaya sunda. Walaupun FIK merupakan fakultas kesehatan, namun tidak membatasi mahasiswa kesmas untuk berbudaya, karena arti sehat sendiri tidak hanya terbatas pada sehat fisik, dan rohani saja melainkan juga sehat secara ekonomi dan sosial budaya.


Panitia yang berkontribusi dalam acara jajap wisuda kali ini  juga tidak sepenuhnya merupakan anggota BEM FIK yang seperti periode sebelumnya sangat berperan penuh dalam pelaksanaan acaranya. BEM FIK memberdayakan adik bimbingan kaderisasi agar mereka dapat belajar supaya bisa membedakan bagaimana BEM dan BLM serta dapat melatih adik-adik ATO untuk terampil berorganisasi.


“Untuk jajap wisuda bulan Maret kemarin memang panitia itu pure dari BEM, namun untuk yang sekarang ini karena angkatan 2015 sedang melaksanakan KKN dan angkatan 2016 sedang melaksanakan PBL, jadi kita memberdayakan anak-anak ATO,” jelas Winda selaku Ketua Pelaksana.


Hal ini terbukti dari perbandingan jumlah panitia dari BEM dan panitia dari ATO. Jumlah seluruh panitia berjumlah 100 orang, sedangkan panitia dari BEM hanya sekitar 35 orang dan sekitar 65 orang merupakan panitia dari ATO walaupun beberapa panitia tidak hadir dalam acara, namun acara tetap berjalan lancar.

Adapun beberapa kendala pasti terjadi pada setiap acara. “Kendala jajap wisuda kali ini mungkin karena pada dasarnya proker jajap wisuda ini merupakan proker dari BEM angkatan 2016, maka yang menjadi koor-koor tiap bidangnya itu dari 2016, tapi karena angkatan 2016 sedang PBL, udah mah jauh terus susah sinyal jadi sulit melakukan koordinasi dengan anak-anak ATO nya, tapi alhamdulilah anak ATO ini luar biasa sekali, mereka sangat mengemban amanahnya, saya juga tidak menyangka akan sebagus ini, dan mereka mengerjakan jobdesk-jobdesk-nya dengan sangat baik,” tambah Winda.


Oleh karena itu, anak-anak ATO sangat berkontribusi besar dalam pelaksanaan jajap wisuda FIK periode Juli 2018, itu sebuah pengalaman awal yang dapat menjadi acuan untuk dapat lebih baik lagi pada kepanitiaan selanjutnya apabila mereka tergabung secara resmi menjadi anggota BEM FIK.


Nurlaila

Agent Training Organization (ATO): Kontribusi Besar Jajap Wisuda FIK Agent Training Organization (ATO): Kontribusi Besar Jajap Wisuda FIK Reviewed by LPM Gemercik on Sunday, July 22, 2018 Rating: 5

Fashion

Close