Program Studi Baru Menjadi Alasan Dibalik Kenaikan Jumlah Pendaftar SBMPTN dan Penerimaan Calon Mahasiswa Baru Unsil Tahun 2018


Gemercik News, Tasikmalaya (08/05), Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 dilaksanakan serentak se-Indonesia.


Tasikmalaya  merupakan sub panlok dari panlok 34 Bandung, tahun ini Tasikmalaya  diberikan jatah 4.000 kursi atau peserta dari panlok 34 Bandung untuk ujian tulis berbasis cetak  (UTBC) yang tersebar dibeberapa lokasi yaitu diantaranya; SMAN 1 Tasikmalaya, SMAN 3 Tasikmalaya, SMAN 5 Tasikmalaya, SMAN 8 Tasikmalaya, SMA Muhamadiyah, SMKN 3 Tasikmalaya, dan SMK Priwatas. Serta  jatah 100 kursi untuk peserta SBMPTN ujian tulis berbasis komputer (UTBK) yang berlokasi di Universitas Siliwangi dengan memanfaatkan 5 lab yang ada. Untuk saat ini Universitas Siliwangi  tidak digunakan sebagai lokasi untuk SBMPTN berbasis UTBC karena bersamaan dengan daftar ulang calon mahasiswa baru jalur yang lolos melalui SNMPTN.


“Kita mempertimbangkan kenapa Unsil itu tidak dipakai untuk lokasi SBMPTN mengingat pada saat yang bersamaan dihari ini, ini bersamaan dengan registrasi SNMPTN, oleh karena itu kita hindari Unsil tidak digunakan untuk SBMPTN,” ujar Deden Mulyana selaku Wakil Rektor 1 Universitas Siliwangi.


Deden mengatakan bahwa tidak ada kendala selama pelaksanaan ujan SBMPTN. Untuk SBMPTN sudah ada prosedur operasional baku (POB) yang diterapkan ditingkat nasional dan semua panitia lokal ataupun sub panlok yang mengacu pada POB sehingga terstandarisir dari mulai persiapan administratif, pemilihan lokasi, sampai dengan penjaminan mutu, dan semua itu sudah berjalan dengan baik. Untuk hasil ujian SBMPTN akan diumumkan pada tanggal 3 Juli 2018.


SBMPTN tahun sekarang dengan tahun sebelumnya secara prinsip tetap sama, namun yang membedakan adalah pada sistem penilaian, seperti yang telah diberitakan oleh panitia pusat bahwa untuk tahun 2018 ini yang brbeda itu dari penilaian, bahwa saat ini soal SBMPTN dibuat menjadi 3 jenis yaitu; kategori sulit, sedang, dan mudah, mengenai komposisi dan pengukuran penilaiannya hanya panitia pusat yang tahu.


Jumlah calon mahasiswa baru yang mendaftar ke Unsil sebanyak 18.949 peserta, yang terdiri dari saintek sebanyak 8500 peserta, dan soshum sebanyak 10.449 peserta. Untuk jumlah kuota daya tampung SBMPTN tahun 2018 di Unsil sendiri mengalami penambahan/kenaikan dari tahun 2017, dari yang sebelumnya menampung 1.008 calon mahasiswa baru jalur SBMPTN kini bertambah menjadi 1.025, adanya penambahan kuota daya tampung SMBPTN tahun ini salah satunya diakibatkan karena adanya prodi baru di Unsil yaitu prodi Fisika dan Gizi. Untuk tahun sekarang Universitas Siliwangi menetapkan alokasi untuk jalur SNPMTN sebesar 30%, SBMPTN 40% dan UM 30%, dan sampai saat ini ada 5 Jurusan di Universitas Siliwangi  yang paling banyak diminati yaitu Manajemen, Akuntansi, Kesehatan Masyarakat, Teknik Informatika Dan Agribisnis.


Deden berharap dengan adanya calon mahasiswa baru yang masuk ke Unsil  semoga dapat mencetak mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi baik dibidang akademik maupun non akademik sehingga dapat meningkatkan kualitas dari mahasiswa Unsil itu sendiri.


“Kami berharap, tentu dengan melalui 3 jalur ini kami bisa memperoleh input, dalam artian calon mahasiswa yang berprestasi baik secara akademik maupun non akademik dan itu semua ditujukan tentu dalam konteks peyelesaian studi yang bersangkutan, dengan melalui seleksi 3 jalur ini tentu sudah bisa merepresentasikan yang kita inginkan dengan penetapan pasing grade tertentu sehingga kualitas mahasiswa unsil ini jauh lebi tinggi dibanding dengan yang lain.” tutup Deden.


(Rina Amelia & Dwrsdn)

Program Studi Baru Menjadi Alasan Dibalik Kenaikan Jumlah Pendaftar SBMPTN dan Penerimaan Calon Mahasiswa Baru Unsil Tahun 2018 Program Studi Baru Menjadi Alasan Dibalik Kenaikan Jumlah Pendaftar SBMPTN dan Penerimaan Calon Mahasiswa Baru Unsil Tahun 2018 Reviewed by LPM Gemercik on Tuesday, May 08, 2018 Rating: 5

Fashion

Close