Isu Penemuan Bom di Salah Satu Rumah Terduga Teroris di Tasikmalaya Adalah Hoax


GemercikNews – Tasikmalaya (19/05).  Setelah Penggeledahan oleh pasukan Densus 88 Anti Teror yang terjadi pada jum’at siang (18/05) di Perumahan Mitra Batik Kelurahan Mulyasari dan Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya pada dua buah rumah kakak beradik terduga terosis membuat masyarakat panik dan terguncang. Kedua pemilik rumah berinisial B dan F yang menjadi tempat penggeledahan diduga mempunyai keterkaitan dengan gerakan terorisme yang saat ini tengah mencuat.


Kejadian tersebut sempat membuat warga ketakutan pasalnya banyak gambar-gambar dan informasi yang beredar mengenai barang bukti yang di temukan tim Densus 88 berupa senjata tajam, buku-buku jihad dan beberapa bahan peledak serta bom rakitan yang siap diledakkan di beberapa titik di Tasikmalaya beredar di sosial media. Tak pelik hal ini menjadi sebuah teror bagi masyarakat ketika di temui di kediamannya kepala RT 01 Budi Kusdaryanto menyatakan bahwa hal tersebut tidak benar alias hoax yang mana gambar dan informasi mengenai penemuan bom rakitan dan bahan peledak tersebut merupakan gambar yang di dadapat di salah satu media di Medan pada saat penangkapan terduga teroris di Medan Sumatera Utara “Yang menyaksikan hanya Saya Kepala RT 02 dan RW 13 ketika penggeledahan tersebut dan Saya klarifikasi bahwa tidak ditemukan bahan peledak ataupun bom di kedua rumah terduga teroris tersebut namun memang di rumah terduga teroris berinisial F tim Densus membawa beberapa barang bukti seperti senapan angin, pisau kecil dan buku-buku.”


Kronologis kejadian yang sempat di tuturkan oleh Bapak Budi bahwa sebelum penggeledahan tim Densus sudah menangkap terduga berinisial B di Taman Dadaha baru setelahnya dilakukan penggeledahan di rumah B yang sempat disaksikan ketua RT 02, RW 13 dan 2 anak terduga serta seorang pembantu rumah tangga. Namun merasa tidak menemukan barang bukti tim Densus kembali melakukan penggeledahan terhadap rumah adik terduga yang berinisial F yang kala itu tidak berada di rumah sehingga terpaksa oleh tim Densus harus membongkar jendela rumah tersebut, di dalam rumah tim Densus yang disaksikan oleh Ketua RT 01 dan Rw 13 membawa beberapa barang yang jumlahnya sekitar 23 barang seperti hiasan dinding berbentuk samurai, pisau kecil, senapan angin dan buku-buku yang sudah di ditanda tangani oleh Bapak Budi selaku Ketua RT 01 di Polres Tasikmalaya “Saya sempat menanda tangani 23 barang yang di bawa oleh tim Densus 88 di Polres dan Saya tegaskan sekali lagi bahwa tidak ada bahan peledak ataupun bom di salah satu barang yang di bawa".


Ketika di tanya mengenai keseharian terduga Bapak Budi menuturkan bahwa tidak ada yang aneh dari perilaku warganya tersebut bahkan dia menjelaskan bahwa kedua terduga merupakan orang yang taat dalam beragama serta sangat  terbuka dan ramah “Sering ikut pengajian sana sini meskipun tidak ikut organisasi keagamaan namun F dan B dikenal sebagai orang yang taat beragama bahkan sering shalat berjamaah di Masjid, kedua terduga juga merupakan orang yang ramah serta terbuka terbukti ketika ada kegiatan gotong-royong ataupun kegiatan masyarakat lainnya kedua tertuga sering hadir dan jika tidak hadir maka akan meminta izin terlebih dahulu kepada Saya”.


“Terduga B merupakan bekas staff TU di universitas siliwangi (Unsil) namun ketika unsil Negeri Ia pindah ke universitas swasta di kota Tasikmalaya, Ia juga merupakan seorang kontraktor sehingga sering memborong beberapa proyek pembangunan seperti di Universitas Perjuangan sedangkan untuk terduga F belum memiliki pekerjaan tetap". jelas Bapak Budi.

(AinunSa dan Aris Muhammad)

Isu Penemuan Bom di Salah Satu Rumah Terduga Teroris di Tasikmalaya Adalah Hoax Isu Penemuan Bom di Salah Satu Rumah Terduga Teroris di Tasikmalaya Adalah Hoax
Reviewed by LPM Gemercik on Sunday, May 20, 2018 Rating: 5

Fashion

Close