IKHTIAR DAN DOA MENUNTUN EKONOMI SYARI'AH MENUJU KEJUARAAN



Mahasiswa Universitas Siliwangi kembali ke Kota Resik dan membawa harum nama kampus dengan memenangkan dua lomba dari empat lomba yang dilaksanakan oleh Universitas Islam Sumatera Utara pada 24 Maret sampai dengan 29 Maret 2018. Empat perlombaan tersebut diantaranya adalah Lomba Business Plan (Muhammad Alwin, Rijal Yusup, Dwi Dara Pujisakti),  Karya Tulis Ilmiah (Dede Rahma, Huzni, Mu’min Mutaqin), Olimpiade (Bela, Atmah, Yusuf), dan Video Profile (Nanang, Elga, Azli). Dua kemenangan yang diraih, yaitu juara 1 lomba Business Plan, dan juara 2 lomba video profile dari 400 peserta yang berasal dari berbagai penjuru di Indonesia, ada yang dari Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Dki Jakarta, dan lain-lain. Lomba ini diadakan untuk sekelas himpunan jurusan Ekonomi Syari’ah se-Indonesia, oleh FOSSEI (Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam).


“Dalam Lomba Business Plan, saya mempresentasikan bisnis yang sudah saya jalankan, namanya disana Print Online Indonesia (POI),” ujar Alwin selaku salah satu dari tiga anggota perwakilan Unsil. Ia pun menambahkan, bisnis ini sudah berjalan selama 2 tahun di Tasikmalaya dengan nama Japri Online, yang membantu mahasiswa untuk mencetak suatu dokumen seperti makalah dan hal serupa. “Hanya dengan menghubungi crew yang ada di jurusan atau di kelas kalian, tidak perlu ke warnet atau pergi jauh-jauh. Tinggal kirim, cetak, lalu diantarkan. Tentunya sedikit simple karena menggunakan media sosial,” lanjut Alwin. Beliau pun memiliki rencana kedepannya, Japri Online tidak hanya sekedar via sosial media saja, namun dibantu dengan aplikasi untuk menampilkan hal yang berbeda dan lebih efektif. Sedangkan untuk lomba Video Profile, mereka menampilkan sudut-sudut kampus, serta program kerja yang ada di jurusan Ekonomi Syari’ah Universitas Siliwangi.


Beberapa hal yang menjadi strategi dasar agar dapat menjadi juara di suatu lomba adalah ikhtiar dan doa. Dua hal itu memiliki proporsi yang berbeda, ikhtiar dilakukan sebelum ‘bertanding’ dalam lomba, penuh latihan, dan disertai dengan doa. Ketika sudah sampai pada hari pelaksanaan lomba, alangkah baiknya tidak menekan diri untuk terus berlatih dengan keras, take it easy, dan perbanyak istigfar. “Satu cara untuk menggugurkan dosa adalah istigfar, karena dosa bisa menjadi suatu penghambat dalam segala hal,” ucap Alwin. Tak lupa untuk menyebutkan nama dewan juri, karena segi rasa menghargai pada orang yang lebih tua sangat melekat dan lebih disanjung terutama di Indonesia.


Dengan prestasi ini, dapat menjadi suatu kebanggaan dan menjadi salah satu pemenuhan persyaratan akreditasi. Semakin banyak kejuaraan, semakin berpengaruh baik bagi Universitas. Dalam perihal perlombaan, menang atau kalah tak harus menjadi poin pertama dalam prioritas, yang terpenting adalah pengalamannya, diniatkan untuk menjadi manusia yang bermanfaat, seta memberi hal yang berpengaruh baik kepada masyarakat sekitar.


“Aku ingin menjadi manusia yang memberi manfaat besar bagi yang lain dan lomba ini menjadi bukti bahwa aku bisa memberikan manfaat dari pengalaman dan lainnya pada orang sekitar,” jelas Alwin menutup pembicaraan. (Vanka)


IKHTIAR DAN DOA MENUNTUN EKONOMI SYARI'AH MENUJU KEJUARAAN IKHTIAR DAN DOA MENUNTUN EKONOMI SYARI'AH MENUJU KEJUARAAN Reviewed by LPM Gemercik on Wednesday, April 04, 2018 Rating: 5

Fashion

Close