PUISI : "Dua Petani dalam Negeri"


Negeriku ladang subur sangat
Kau tak gunakan cangkul
Jelas telunjuk paling nikmat
Hasil panenmu persegi panjang hijau ringan
Tak bisa dimakan, tak kau jual
Mengapa disimpan tak juga berbelatung?

Bertani apa kau?
Petani macam apa kau?

Maukah bertukar dengan hasil panenku?
Lebih unggul dari penghasilanmu
Dijual takkan habis, hanya bertambah saja

Ataukah kau mau bibit unggulnya saja?
Aku punya banyak
Dua kaki untuk mengikutimu
Sepuluh jemari tangan tuk menghitung panenan
Tapi kepala takkan tumbuh di ladangmu

Bagaimana?

Runtuhkan saja ladangmu
Kasihanilah petani sawah
Jangan terus membajak negeriku



PUISI : "Dua Petani dalam Negeri" PUISI : "Dua Petani dalam Negeri" Reviewed by LPM Gemercik on Monday, March 05, 2018 Rating: 5

Fashion

Close