Polemik Kekosongan Jabatan di Ormawa Universitas Siliwangi Menemui Titik Terang

Polemik Kekosongan Jabatan di Ormawa Universitas Siliwangi Menemui Titik Terang


Organisasi Mahasiswa tingkat universitas di Universitas Siliwangi Tasikmalaya yang sempat kekosongan jabatan selama tahun 2017 ini akhirnya menemui titik terang setelah dilaksanakan Rapat Persiapan Musyawarah Akhir Mahasiswa untuk Pembuatan Panitia di Ruang Rapat Rektorat lantai 2 Universitas Siliwangi pada 16 Oktober 2017. Rapat tersebut dihadiri oleh 14 orang dari undangan 20 orang, dengan kata lain ada 6 orang yang tidak menghadirinya. Rapat ini menghasilkan persyaratan Calon Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Siliwangi (BEM US) dan Calon Ketua Badan Legislatif Mahasiswa Universitas Siliwangi (BLM US), teknis pemilihan dan tanggal rangkaian kegiatan Musyawarah Akbar Mahasiswa (yang diganti oleh pihak lembaga Universitas Siliwangi saat itu menjadi Musyawarah Akhir Mahasiswa) yang disepakti dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2017 sebagai tanggal untuk proses pemilihan calon Ketua BEM US dan BLM US.

Hal ini menjadi sedikit masalah di beberapa legislatif mahasiswa tingkat fakultas yang merasa harusnya kebijakan ini menjadi tanggung jawab yang diserahkan kepada BLM tingkat fakultas di Universitas Siliwangi. Namun hal itu disanggah oleh pihak rektorat (oleh Wakil Rektor III, Dr. Ade Komaludin, S.E., M.Sc) bahwa MAM 2016 yang tidak selesai dan diserahkan kepada ormawa tingkat fakultas ini tidak menghasilkan ketua baru untuk periode 2017. Bahkan pada tanggal 26 Oktober 2017 pun tidak menghasilkan calon karena peserta MAM ini yang tidak menyetujui sistem pemilihan serta tidak ingin hanya ada calon tunggal dari BEM US, namun tidak ada calon untuk Ketua BLM US. Peserta yang keluar dari kegiatan tersebut karena tidak menyetujui sistem adalah dari Fakultas Teknik (FT), disusul oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), UKM Karate dan UKM Pers Mahasiswa.

Pada hari itu, peserta yang mempunyai paling banyak suara, yakni dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pun juga ingin keluar dari kegiatan jika sistem masih saja tidak sesuai dengan MAM yang semestinya. Akhirnya karena jika FKIP keluar maka quorum tidak mencukupi, MAM pun diundur hingga tanggal 10 November 2017.

Setelah kegiatan ini diundur, hasilnya ialah 2 bakal calon Ketua BEM US dan 1 calon Ketua BLM US. Hal yang menarik dari pencalonan ini ialah ketiga calon merupakan mahasiswa dari 3 fakultas yang hanya mempunyai 1 jurusan, yakni Hilma Fanniar Rohman dari Fakultas Agama Islam (FAI) angkatan tahun 2015 sebagai calon Ketua BEM US, Muki Davidson dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) angkatan tahun 2014 sebagai calon Ketua BEM US dan Fathi Muhamad Rahmadi dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) angkatan tahun 2015.

Kegiatan pun dilakukan menyesuaikan dengan MAM pada umumnya, yang mana ada pemilihan presidium sidang hingga proses musyawarah untuk menentukan kesepakatan bersama. Setelah cukup alot dengan tata tertib kegiatan hingga cara pemilihan, akhirnya Ormawa Universitas Siliwangi menghentikan kekosongan jabatannya. Fathi Muhamad Rahmadi (Kesehatan Masyarakat, 2015) menjadi Ketua BLM US dengan hasil aklamasi dan Hilma Fanniar Rohman (Ekonomi Syariah, 2015) menjadi Ketua BEM US dengan hasil perolehan 5 suara dari 8 suara di MAM 2017 ini. (Iftihal Muslim Rahman)
Polemik Kekosongan Jabatan di Ormawa Universitas Siliwangi Menemui Titik Terang Polemik Kekosongan Jabatan di Ormawa Universitas Siliwangi Menemui Titik Terang Reviewed by LPM Gemercik on Monday, November 13, 2017 Rating: 5

Fashion

Close