Info Kuliner Tasikmalaya: Tutug Oncom (TO) Benhil Rajanya TO Tasikmalaya



Nasi TO Benhil Tasikmalaya yang berada di Jalan Dadaha (20 Oktober 2017. Sumber Foto: FajKus)
 
Tutug Oncom atau yang lebih dikenal TO menjadi ciri khas kuliner sunda. Bagi kalian pecinta kuliner sunda, pasti sudah tidak asing lagi dengan TO. Di kota Santri Tasikmalaya, dapat dengan mudah menemukan warung nasi TO. Berbagai sajian dengan citra rasa yang berbeda-beda pada setiap warung nasi TO di Tasikmalaya. 

TO menjadi salah satu pilihan santapan sarapan, makan siang bahkan makan malam. Selain harganya yang bersahabat, campuran nasi dengan oncom menjadi salah satu alternative apabila merasa bosan mengkonsumsi nasi putih. Tak lengkap jika nasi TO tidak dipadukan dengan sambal. Setiap warung nasi TO, memiliki khas dari sambalnya. Ada yang memakai sambal terasi, sambal ijo sampai sambal tomat. Gorengan juga menjadi salah satu pelengkap menyantap TO, tentunya dengan gorengan (bala-bala, gehu, tempe terigu) yang masih hangat.

Persaingan usaha nasi TO di Tasikmalaya begitu terlihat. Selain karena dilatarbelakangi antusias warga Tasik dalam mengincar nasi TO. Nasi TO memang kuliner khas Tasikmalaya. Jika dipertanyakan, nasi TO yang paling enak di Tasikmalaya begitu membuat bingung. Karena semua warung nasi TO memiliki citra rasa yang berbeda dari sisi sambalnya. 

Salah satu nasi TO andalan Tasikmalaya adalah TO Benhil. Wajar jika TO Benhil mendapatkan gelar rajanya TO di Tasik. Karena sudah sering diliput oleh stasiun televisi, seperti TransTV, SCTV, TVone dan ANTV. Pemiliknya adalah Pak Dedi. Beliau mendirikan TO Benhil pada tahun 1996 karena terkena PHK dari perusahan garmen tempat ia bekerja sebelumnya. Pada tahun tersebut, nasi TO di Tasikmalaya hanya ada di Jalan Veteran dengan sambal terasi. Melihat peluang tersebut, Pak Dedi bersama sang istri membuat warung nasi TO Benhil dengan sambal yang berbeda, yaitu sambal ijo dan sambal tomat. Konon katanya, hal itu yang membuat nasi TO Benhil menjadi TO nomor 1 di kota Tasik.

Saat ini, TO Benhil dikelola oleh putri Pak Dedi, yaitu Ibu Ade Irma. Mengenai pendapatan, membuka usaha warung nasi TO di Tasikmalaya menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan. Setiap harinya, TO Benhil mendapatkan laba kotor sekitar 4 sampai 5 juta. Bisa kita hitung berapa besar laba kotor perbulannya yang didapatkan oleh TO Benhil. 

Untuk kalian yang ingin mencicipi nasi TO Benhil, bias datang ke Jalan Dadaha tepatnya samping Kampus UPI Tasikmalaya. Memang dari segi tempat, tidak jauh berbeda dengan warung TO lainnya. Namun tetap saja setiap harinya TO Benhil dipadati pembeli dari jam 08.00 pagi hinggal jam 02.00 wib. Bahkan, jika hari Minggu akan tutup lebih awal karena banyak pembeli dari luar kota. Selain di Jalan Dadada, Nasi TO Benhil juga membuka cabang di Situ Gede. Harganya pun sangat ekonomis dan cocok untuk kantong mahasiswa atau kalian yang sedang jogging pagi hari di Lapang Dadaha. Hanya dengan Rp. 6.000,- saja, kalian bias menikmati nasi TO beserta sambal ijo, sambal tomat beserta lalabnya (sayuran). Gorengan haneut (hangat) juga dijual dengan harga Rp. 500,- perbiji. Murah sekali bukan? Hanya menghabiskan sekitar Rp. 7000,- saja kalian dapat menyantap nasi TO Benhil, rajanya TO di Tasikmalaya. (FajKus)
Info Kuliner Tasikmalaya: Tutug Oncom (TO) Benhil Rajanya TO Tasikmalaya Info Kuliner Tasikmalaya: Tutug Oncom (TO) Benhil Rajanya TO Tasikmalaya Reviewed by LPM Gemercik on Wednesday, October 25, 2017 Rating: 5

Fashion

Close