Puisi: Jerit Getir Suara Hati

tinybuddha.com
Oleh: Iftihal Muslim Rahman
Ia dilecuti kemunafikan
Rasanya dirampas paksa tanpa empati
Menunduk pada aturan
Benar atau salah, Siapa peduli? 

Dibenci tak kalah lebih buruk
Kata mereka yang bermental lemah
Memilih terasingkan di tengah syair
Ia tak didengar

Kau tau, Bung? 
Rasa kita sama
Tapi engkau takut, lemah
Sedang aku bangkang, tapi kuat

Merintih diriku ini, TUHAN
Hanya Engkau yang pantas ku puja, bukan? 
Sampah!! Kerdil-kerdil ini tak berharga
Mereka obral diri demi nilai

Menuhankan lembaga, tunduk pada fakultas, dicekal jurusan
Kau tahu TUHAN ku? 
Mereka lebih takut tak dapat nilai daripada bernilai
Mereka jual idealisme mereka

Kawan!! 
Apalagi yang bernilai darimu sebagai mahasiswa
Selain idealisme mu? 
Tak kau jumpai lagi itu, kawan! 

Dibutai nilai dan menertawai si mahasiswa normal
Kawan, tahukah engkau? 
Dirimu ditelanjangi oleh ulahmu sendiri
Matilah kamu atas kemunafikan

Puisi: Jerit Getir Suara Hati Puisi: Jerit Getir Suara Hati Reviewed by LPM Gemercik on Saturday, July 22, 2017 Rating: 5

Fashion

Close