Keanekaragaman Sudut Pandang Mahasiswa terhadap IPK

Tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan akan pendidikan tidak ada batasannya. Begitu juga dengan mahasiswa dengan sebutan “maha”nya. Tak jarang mahasiswa melakukan kegiatan – kegiatan non formal / non akademik seperti demo, penggalangan dana untuk korban bencana alam dan kegiatan – kegiatan yang lainnya sebagai bentuk dari buah hasil pemikiran “kritis”nya. Mengulik dari proses perkuliahan tentunya semua mahasiswa mengenal IPK. Dalam prakteknya ada banyak persepsi mahasiswa terhadap IPK. Hal ini terjadi akibat sudut pandang mahasiswa yang berbeda – beda. Apa saja sih pandangan mahasiswa terhadap IPK? Ada beberapa sudut pandang mahasiswa terhadap IPK diantaranya: 

1. Mahasiswa yang Acuh Tak Acuh
Acuh tak acuh disini yaitu hubungannya terhadap pola pikir mahasiswa akan pentingnya IPK. Mereka yang memiliki pola pikir seperti ini biasanya datang ke kampus dan mengikuti mata kuliah yang diberikan oleh dosen hanya sebatas untuk menggugurkan kewajibannya sebagai mahasiswa. Tak jarang mereka menggunakan metode titip absen atau yang sering dikenal dikalangan mahasiswa dengan sebutan “tipsen”. Bagi mereka hal tersebut merupakan kesalahan yang dilumrahkan. Karena pada dasarnya mereka hanya mengejar gelar sarjana dengan sedikit keingintahuan mereka terhadap bidang yang seharusnya mereka kuasai. Hal ini tentu tidak patut dicontoh bagi mereka yang memiliki keinginan menjadi generasi muda yang membangun bangsa. Karena tidak hanya berakibat merugikan diri sendiri tetapi merugikan bangsa dan negara dengan kedudukannya sebagai generasi muda.

2. Mahasiswa “Penyelam” Organisasi
Banyak mahasiswa yang “menyelami” masa kuliahnya dalam suatu wadah organisasi. Mereka mengasah softskill mereka dengan komitmen dan loyalitas mereka pada organisasi – organisasi yang ada di kampus seperti ormawa, UKM, dan lainnya. Dalam organisasi ini mereka banyak belajar mengenai jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, disiplin, mandiri, dll. Kebanyakan mereka yang memilih aktif di organisasi dikarenakan kesadaran mereka bahwa pada dunia kerja tidak hanya dibutuhkan IPK tinggi saja tetapi juga softskill seperti kemampuan komunikasi, atau kemampuan berorganisasi. Kebanyakan mahasiswa jenis ini tetap mementingkan IPK dan sebagian lagi memfokuskan dirinya pada organisasi. Pada praktiknya mahasiswa yang aktif dalam bidang organisasi harus memiliki manajemen waktu yang baik dibandingkan mahasiswa lainnya. Namun tak jarang juga mahasiswa yang aktif dalam organisasi dapat menyaingi mahasiswa “äkademika” dalam hal IPK.

3. Mahasiswa Pejuang IPK
Mahasiswa – mahasiswa ini bisa dibilang sebagai mahasiswa akademika dikarenakan mereka memprioritaskan waktunya untuk mendalami bidang yang mereka pilih. Mereka merupakan mahasiswa yang haus akan ilmu. Kebanyakan dari mereka menghabiskan waktu luangnya dengan membaca buku. Semakin banyak buku yang mereka pelajari dan juga ilmu yang mereka dapat maka mereka akan merasa tidak tahu dan keingintahuan mereka semakin tinggi Hal ini lahir dari naluri mereka bahwa banyak ilmu yang belum mereka ketahui dan layak untuk mereka ketahui. Mereka yang memiliki jiwa ilmuwan ini kebanyakan dari mereka bercita – cita untuk melanjutkan masa penidikannya pada jenjang S2. Sebagai bentuk pencapaiannnya mereka menuntut dirinya untuk mendapatkan IPK yang tinggi atau lulus dengan nilai cumlaude.

Demikian diatas merupakan beberapa sudut pandang mahasiswa terhadap IPK. Hal ini terbentuk dari pola pikir yang mengarahkan kemana mahasiswa tersebut akan menjatuhkan pilihannya. Tidak hanya itu lingkungan dimana mahasiswa tersebut berada juga ikut andil dalam membentuk pola pikir mahasiswa tersebut. Mahasiswa yang aktif dalam organisasi maupun mahasiswa akademika mempunyai proporsi masing – masing dalam mencapai tujuannya. Hal ini dikarenakan pada hakikatnya tidak ada ilmu yang tidak bermanfaat, baik itu softskill ataupun hardskill keduanya dibutuhkan dalam cakupannya masing – masing.

(Vika Arinda)

Keanekaragaman Sudut Pandang Mahasiswa terhadap IPK Keanekaragaman Sudut Pandang Mahasiswa terhadap IPK Reviewed by LPM Gemercik on Thursday, July 20, 2017 Rating: 5

Fashion

Close