Euforia Kemenangan Diksatrasia

Bazar wisuda FKIP kali ini memberi kesan yang mendalam bagi warga Diksatrasia. Bagaimana tidak, walaupun dengan persiapan mepet dan latihan yang hanya satu malam, musikalisasi puisi mampu membawa satu piala yaitu piala kreasi seni ke lemari piala Diksatrasia. Membawakan puisi yang berjudul Jendela Hati karya Bunda Iis Lisnawati dan Fatamorgana karya Pak Jojo Nuryanto, musikalisasi puisi mampu tampil memukau dan mengesankan para juri.



Puisi yang diaransemen oleh A Yana dan Pak Cakung yang merupakan mahasiswa Diksatrasia ini dibawakan oleh Hilda (vokalis), Dian (bass), Fahmi (gitaris), Hendriana (kajon), dan Tesa (gitaris). Menurut personel, mereka membawakan puisi ini karena untuk mengenalkan puisi dari dosen Diksatrasia ke warga FKIP dan sebagai identitas dari jurusan.

"Alhamdulillah, menjadi sebuah kebanggaan bagi kami selaku minat bakat Diksatrasia terutama musikal," ujar Dian setelah ditanya tentang kesan setelah menjuarai kreasi seni. Selain itu, personel lain pun mengungkapkan bahwa kemenangan itu tidak mereka prediksi sebelumnya. "Kesannya sih bangga, apalagi aku baru pertama kali tampil di fakultas kayak gitu. Sebenarnya awalnya juga gatau itu lomba, jadi gak mikir mau menang, asal tampil menghibur aja. Jadi, senenglah bisa membawa nama Diksatrasia juga," ujar Hilda.


"Gak nyangka bisa menang, padahal di perform tidak maksimal, dan latihan tanpa alat-alat yang memadai. Tapi alhamdulilah saya cukup bersyukur atas penghasilan ini," ujar Tesa yang menjabat sebagai Wakil Ketua HMJ Diksatrasia.

Fiqhi Dz.
Euforia Kemenangan Diksatrasia Euforia Kemenangan Diksatrasia Reviewed by LPM Gemercik on Monday, March 27, 2017 Rating: 5

Fashion

Close