Resensi Film Tomorrowland

Resensi film Tomorrowland 



“Imajinasi Dunia Masa Depan”

Judul Film : Tomorrowland
Sutradara : Brad Bird
Genre : Adventure/Science Fiction
Produser : Brad Bird, Damon Lindelof, Jeffrey Chernov
Durasi : 130 Menit
Tanggal Rilis : 22 Mei 2015 (Amerika Serikat)
Main Cast : 
Thomas Robinson (Frank Walker kecil)
George Clooney (Frank Walker tua)
Hugh Laurie (David Nix)
Britt Robertson (Casey Newton)
Raffey Cassidy (Athena)



Frank Walker merupakan seorang penemu yang merakit ransel jet pada saat dirinya masih anak-anak. Ia memperlihatkan karyanya pada sebuah pameran dunia Kompetisi Penemuan di Corona Park, New York 1964. Disana ia bertemu dengan Athena-sebuah audio animatronik berbentuk gadis kecil,dan diberi sebuah pin yang mengantarkannya menuju sebuah tempat yang dipenuhi oleh teknologi canggih. Namun karena ia melakukan sesuatu yang tidak seharusnya, ia pun diusir oleh Gubernur Nix yang merupakan pimpinan tempat tersebut. Pada latar yang berbeda, Casey Newton-seorang mahasiswa cerdas dan begitu optimis, tiba-tiba mendapatkan sebuah pin yang sama. Hal ini membuat Frank dan Athena kembali ke Tomorrowland bersama pendatang baru, Casey, si gadis yang dipercaya dapat menyelamatkan Tomorrowland dan dunia.

Film ini mengajak kita menjelajah masa depan lewat tempat yang dipenuhi teknologi-teknologi canggih masa depan. Robot, roket, komputer, dan pesawat-pesawat canggih lainnyamemenuhi kehidupan pada suatu tempat yang disebut Tomorrowland. Film yang awalnya akan diberi judul ‘1952’ ini memiliki alur mundur dimana Frank Walker dan Casey Newton memberikan narasi. Akting mereka dan para pemain lainnya terlihat sangat baik. George Clooney dengan perannya sebagai pria tua begitu menyatu dengan Raffey Cassidy yang memerankan robot berbentuk gadis meski berperan layaknya teman seumuran. Britt Robertson begitu mengagumkan dengan aktingnya sebagai pelajar yang cerdas, optimis dan ceria. Seolah tiada beban sama sekali, Britt Robertson terlihat begitu alami dalam memainkan perannya. Akting mereka bertiga begitu menyenangkan. Meskipun bukan film komedi, kita dapat dibuat cekikikan bahkan tertawa saat mendengar dialog mereka dilengkapi ekspresi yang menggelikan. Bagian yang paling menggelikan menurut penulis adalah saat Frank, Casey, dan Athena berada dalam satu mobil. Frank tua terus menggerutu, Athena si gadis kecil (baca:robot berbentuk gadis kecil) berusaha meyakinkan dan berdebat dengan Frank, sedangkan Casey yang masih awam masih terheran-heran dengan apa yang sedang terjadi. Namun selain itu, film ini juga berhasil menghadirkan suasana tegang saat terjadi pengepungan oleh para robot di bawah penguasaan David Nix. Kita disuguhi imajinasi senjata-senjata canggih yang memendarkan cahaya warna-warni. Jangan khawatir, film ini juga memiliki adegan yang mengharukan.

Di samping akting pemain yang mengagumkan, film ini juga menampilkan gambar yang mengasyikkan. Manipulasi gambar robot berbentuk manusia sangat luar biasa dapat membuat kita terbelalak. Visualisasi tempat khas dunia masa depan juga terlihat begitu apik. Ditambah dengan efek suara yang cukup baik mengalir dengan alur yang diberikan.

Film ini sarat akan pesan moral yang disampaikan melalui sindiran keras kepada para penghuni bumi. Kerusakan bumi merupakan hasil perbuatan manusia sendiri. Namun, film ini memberikan kita motivasi bahwa optimisme dan perubahan kecil dapat mengubah dunia menjadi lebih baik. Alhasil, bukan kehancuran dunia yang mengerikan yang membuat kita ketakutan menghadapi masa depan, melainkan semangat untuk memulihkan kembali bumi yang telah rusak. Setidaknya, itulah yang penulis tangkap dari film ini.

Baiknya lagi, film ini tidak mengandung hal-hal yang kurang ‘sopan’ yang membuatnya dapat dinikmati oleh semua umur. Anak-anak bisa terhibur dengan gambar-gambar imajinatif yang dihadirkan-apalagi dunia khas disney yang disukai anak, meskipun beberapa dialognya agak sulit ditafsirkan. Remaja dan dewasa juga layak menonton film ini karena memiliki alur yang menyenangkan untuk diikuti.Jadi, secara keseluruhan, film ini sangat rapi dan enak untuk ditonton.

Para penggemar film-film berbau fisika dan teknologi, film ini tidak akan mengecewakan.Anda yang berjiwa petualang juga dapat menemukan kepuasan dari film ini. Penulis beri rating 3,5 dari 5 bintang.

Aghy Khoirunnisa
Resensi Film Tomorrowland Resensi Film Tomorrowland Reviewed by LPM Gemercik on Monday, February 20, 2017 Rating: 5

Fashion

Close