Media Penguat Bangsa

Dunia hari ini semakin bergelora dengan perkembangan teknologi. Dunia seakan terus mengeluh dari berbagai perkembangan dunia teknologi. Namun banyak usaha-usaha manusia untuk tetap menjaga keseimbangan alam ini, yang sebenarnya setiap hari banyak yang di lahap habis oleh teknologi itu sendiri. Disisi lain, dunia informasi tidak diam begitu saja melihat situasi ini. Banyaknya tuntutan keadilan menjadikan masyarakat butuh terhadap berbagai informasi. Media informasi yang turut berkembang pesat seakan menjadi primadona penduduk dunia. Pada akhirnya tahun 1920 muncullah media massa. Dengan berbagai bentuk dan jenis media yang secara khusus didesain untuk masyarakat yang sangat luas, (Wikipedia, 15/11/2016) .

Image result for mass media


Sehingga hari ini media massa dapat digolongkan menjadi dua jenis. Pertama media massa tradisional, yakni media massa dengan otoritas dan memiliki organisasi yang jelas sebagai media massa. Digolongkan sebagai berikut : surat kabar, majalah, radio, televisi, dan film. Keberadaan media massa tradisional sampai hari ini tidak mengalami kepunahan. Di karenakan adanya beberapa elemen dalam masyarakat. Dari segi ekonomi, media massa tradisional sebagian besar masih digemari oleh masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah, atau masyarakat yang berada di daerah-daerah pedalaman yang jauh dari pusat ibu kota sebagai pusat informasi. Dan menjadi catatan sejarah bahwasanya surat kabar pertama yang ada di Indonesia adalah terbitan dari pemerintah VOC, Belanda. Pada Maret 1688 mesin cetak surat kabar pertama kali meluncur ke Indonesia oleh tangan Belanda sendiri.

Kedua media massa modern. Yang terdiri dari internet dan telepon seluler. Hampir setengah abad, keberadaan internet menjadi salah satu penguat dunia informasi hari ini. Begitu juga pendukung utama internet dari dunia komunikasi. Seakan menjadi saudara kembar.

Namun semua media massa itu tidak muncul begitu saja. Dibalik itu semua ada lembaga pers yang menjadi pelaku utama dalam perkembagan media massa. Sebagaimana yang diterangkan dalam UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Bahwa pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik yang meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia. Kemudian R Eep Saefulloh Fatah sebagai salah satu pejuang menuju era reformasi berkomentar bahwa Pers merupakan pilar keempat bagi demokrasi dan mempunyai peranan penting dalam membangun kepercayaan, kredibilitas, bahkan legitimasi pemerintahan.

Memasuki masa orde baru, tidak seperti yang diharapkan, pers tidak bisa bernafas lega. Soeharto yang kala itu menjabat sebagar orang nomor satu di Indonesia berusaha membungkam suara rakyat. Namun akhirnya pers mulai dapat bernafas lega pasca reformasi dibawah kepemimpinan presiden B.J Habibie. Menunjukkan bukan pekerjaan mudah bergeliat dalam dunia pers. Hal yang sangat disayangkan hari ini adalah tidak sedikit pihak pers yang lupa akan tugas utama pers dan perjuangan pers dalam mengawal masyarakat. Tersebarnya banyak berita hoax akhir-akhir ini menurunkan citra pers dihadapan umat. Hal ini membuat ketua dewan pers Bagir Manan angkat bicara. Menurut bagir, ditengah maraknya peredaran informasi-informasi palsu, yang perlu di junjung tinggi oleh wartawan atau jurnalis adalah etika. (Kompas, 9/02/2017).

Sudah sepatutnya memang wartawan atau jurnalis membentengi diri dari hawa nafsu atau memanfaatkan media demi kepentingan pihak tertentu. Demi menjaga kredibilitas arus informasi yang bergulir ke tengah-tengah masyarakat. Karena salah satu faktor maju atau tidaknya suatu bangsa juga ditentukan oleh arus informasi yang diadopsi oleh masyarakat. Jangan sampai informasi yang tidak tepat menjadi perusak keharmonisan suatu bangsa. Diharapkan peringatan Hari Pers Nasional menjadi penguat bagi lembaga pers yang ada di Indonesia untuk semakin professional dalam menjalankan tugasnya dan menjadi salah satu unsur penguat suatu bangsa.


Hajah F. Khair

Media Penguat Bangsa Media Penguat Bangsa Reviewed by LPM Gemercik on Thursday, February 09, 2017 Rating: 5

Fashion

Close