Kronologis Meninggalnya Rizki Ramdhani Usai Mengikuti PDAB

Kronologis Meninggalnya Rizki Ramdhani Usai Mengikuti PDAB



Tasikmalaya (22/02), Meninggalnya Mahasiswa Universitas Siliwangi yang bernama Rizki Ramdhani menjadi bahan perbincangan diberbagai media. Buyung (panggilan Alm) merupakan mahasiswa jurusan Pendidikan Sejarah 2017 semester 2. Almarhum mengikuti PDAB (Pendidikan Dasar Alam Bebas) bersama 9 orang calon anggota lainnya yang dilaksanakan oleh UKM Khaniwata. 

Ditemui di Sekretariat UKM Khaniwata, Wawan Kurniawan selaku Ketua UKM Khaniwata menjelaskan bahwa pengecekan kesehatan peserta dilakukan sebanyak 4 kali. Sebelum berangkat (pra diklat) melakukan pengecekan kesehatan di Balai Pengobatan UNSIL dan Rumah Sakit Galunggung. Lalu peserta juga melakukan pengecekan kesehatan di Lapangan dan di Balai Pengobatan UNSIL sesampainya di Kampus. Namun (Alm) Rizki tidak mengikuti pengecekan terakir (ke-empat) di Balai Pengobatan UNSIL karena sudah kelelahan. 

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ade Komaludin, SE., M.Sc. mengatakan bahwa pihak lembaga akan membuat tim khusus untuk meninjau kegiatan tersebut.

Peserta yang mengikuti PDAB sebanyak 10 orang. Sembilan orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Kegiatan PDAB dilaksanakan selama sepuluh hari dari tanggal 8 sampai 18 Pebruari 2017. Kegiatan pendidikan dasar tersebut dibagi dua bagian, yaitu selama 2 hari dilaksanakan di lingkungan kampus UNSIL dan selebihnya dilaksanakan Gunung Cakrabuana dan sekitarnya (dekat dengan lingkungan masyarakat). Lokasi Gunung tersebut berada di Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya. Kurang lebih berjarak 30 km dari Kampus Universitas Siliwangi. Ketinggian gunung tersebut sekitar 900 m dari permukaan laut. Materi yang diberikan adalah teori dan praktek (aplikasi) lapangan, survival, ditambah kegiatan long march

Sebelum peserta mengikuti pendidikan dasar tersebut, peserta diperiksa terlebih dahulu kondisi kesehatannya oleh dokter. Tahap ini menjadi sangat penting dan menentukan, apakah mereka layak untuk mengikuti pendidikan atau tidak. Semua peserta yang mengikuti pendidikan dasar ini dinyatakan layak untuk mengikuti pelatihan. Proses pendidikan nampak berjalan lancar, tidak ada kendala dan masalah yang berarti. Tidak terjadi pula unsur kekerasan fisik yang dilakukan oleh seniornya. Semuanya berjalan sesuai dengan SOP yang dibuat oleh Panitia (organisasi). 

Penutupan dilakukan dua tahap, yaitu penutupan kegiatan lapangan (dilakukan di lokasi, pada hari Jumat 17 Februari 2017 pukul 16.00 WIB) dan pelantikan (upacara peresmian sebagai anggota UKM Khaniwata di Kampus Universitas Siliwangi, Sabtu, 18 Pebruari 2017 pukul 12.10 WIB). Selepas penutupan kegiatan lapangan, peserta masih harus melakukan long march kurang lebih menempuh jarak 5 km dari Gunung Cakrabuana menuju Jalan Raya Pagerageung (ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam). Setelah sampai di jalan raya, mereka dijemput oleh Bus UNSIL untuk dibawa transit dulu ke daerah Cibeureum. Peserta menginap semalam disana untuk memulihkan stamina fisik. Tanggal 18 Pebruari 2017 pukul 9.00 WIB, semua calon anggota kecuali Rizki Ramdhani (alm) melakukan long march kembali menuju UNSIL. Jarak yang ditempuh kurang lebih sekitar 5 km. Pada kegiatan long march kali ini Rizki Ramdhani (alm) tidak diikutsertakan, dia dibawa menuju kampus dengan menggunakan kendaraan. Peserta long march sampai di kampus UNSIL pukul 11.00 WIB. Semua peserta dapat beristirahat sambil menunggu upacara pelantikan dimulai. 

Hampir semua orang tua peserta hadir untuk bersiap-siap mengikuti upacara pelantikan. Khusus orang tua Rizki Ramdhani sempat menawarkan kepadanya, sekiranya tidak kuat, tidak perlu mengikuti upacara pelantikan. Tapi nampaknya Rizki Ramdhani (berdasarkan pengakuan ibunya) bersikeras ingin mengikuti acara pelantikan sampai selesai. Akhirnya, karena keinginan yang bersangkutan (Alm), panitia menyediakan kursi khusus untuk tempat duduk (Alm) Rizki . Memang nampak kelihatan Saudara Rizki Ramdhani pada saat itu dalam kondisi kelelahan. Terlihat dari cara bernafas, nampak berat sekali. Nafasnya sudah terputus-putus dan sesekali telungkup ke meja kursi yang dia pegang. Pada saat pengenaan sal “kebesaran” UKM Khaniwata dimulai, Saudara Rizki Ramdhani masih bisa berdiri dan berjongkok untuk menerima pemasangan sal dari Wakil Rektor 3 di lehernya. Setelah itu ibunya pun memeluk erat (Alm) Rizki dengan penuh rasa bangga dan haru. Tapi situasi menjadi lain setelah prosesi ini selesai. Saudara Rizki Ramdhani nampak semakin kritis dan akhirnya langsung dibawa ke Balai Pengobatan UNSIL. Di Balai Pengobatan Saudara Rizki Ramdhani sempat menerima pemeriksaan dokter yang bertugas saat itu. Tapi tidak lama kemudian, sekitar pukul 12.45 WIB Rizki dinyatakan meninggal dunia. 

Berdasarkan pemeriksaan dokter dan pengakuan orang yang memandikannya, tidak ada tanda-tanda perlakuan kekerasan pada tubuhnya. Ibunya pun rela ditinggalkan anaknya. Dia tidak menginginkan anaknya untuk diotopsi. Apalagi melakukan upaya-upaya hukum. Beliau mengatakan ini semua sudah menjadi takdir Allah SWT. Sehingga pada saat itu juga jenazahnya (Alm) langsung dibawa ke rumah duka untuk segera dimandikan dan dishalatkan. (Priatno, Aliffian & Radditya)




Kami Keluarga Besar Lembaga Pers Mahasiswa Gemercik Universitas Siliwangi, turut berduka cita atas meninggalnya Rizki Ramdhani (Mahasiswa Pendidikan Sejarah 2016 dan Anggota UKM Khaniwata UNSIL). Semoga amal ibadah Almarhum diterima di sisi Yang Maha Kuasa. 
Kronologis Meninggalnya Rizki Ramdhani Usai Mengikuti PDAB Kronologis Meninggalnya Rizki Ramdhani Usai Mengikuti PDAB Reviewed by LPM Gemercik on Thursday, February 23, 2017 Rating: 5

Fashion

Close