6 Trik Mendongkrak IPK


Setelah libur semester yang cukup panjang kini tiba saatnya bagi mahasiswa Indonesia untuk memasuki gerbang semester baru. Beberapa mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia pun sudah mulai mengontrak mata kuliah. Semester baru menjadi momen yang pas bagi mahasiswa untuk meningkatkan kembali nilai yang sempat anjlok pada semester sebelumnya. Tidak dipungkiri kebiasaan-kebiasaan mahasiswa yang keliru dengan kebebasan yang diamanatkan pada status kemahasiswaannya, terkadang akan berdampak pada nilai yang diperoleh. Seperti kebiasaan bolos atau titip absen (TA), mengerjakan tugas saat mendekati waktu deadline, sistem belajar kebut semalam ketika hendak mendekati UTS dan UAS, serta kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya. Sebenarnya kebiasaan-kebiasaan yang keliru itulah yang memicu mindset bahwa tugas-tugas dan soal ujian yang diberikan dosen amatlah susah, padahal apabila mahasiswa mau untuk memulai perubahaan pada kebiasaan yang keliru ini, maka dapat diyakini untuk mendapatkan nilai A dari dosen sangatlah mudah.

1. Membuat Rencana untuk Satu Semester Kedepan 


Semester baru menjadi waktu yang tepat untuk membuat rencana yang harus terealisasi selama satu semester kedapan. Seperti mentargetkan IPK, rencana organisasi, rencana bisnis dan sebagainya. Hal ini bisa menjadi tolak ukur dan evaluasi di akhir semester nanti. Apakah rencana-rencana tersebut dapat berjalan dengan sesuai rencana atau tidak. Sehingga kita dapat mengoreksi kesalahan yang telah dilakukan selama satu semester tersebut yang mengakibatkan ketidaktepatan rencana.

2. Sebisa Mungkin Hadir dalam Perkuliahan


Tidak sedikit mahasiswa Indonesia yang masih segan untuk hadir dalam perkuliahan, dengan seribu alasan mereka berdalih bahwa nilai yang baik tidak ditentukan berdasarkan absen. Padahal dengan hadir dan mengikuti perkuliahan dengan baik maka kita dapat memahami pelajaran lebih efektif, tidak tertinggal informasi seperti tugas dan kuis yang diberikan dosen.

3. Aktif di Kelas


Dengan menjadi mahasiswa aktif di kelas, dipastikan dosen akan mengenal wajah dan nama kita. Hal ini secara tidak langsung akan memberikan nilai plus di mata dosen dan berdampak pada nilai mata kuliah. Selain mempengaruhi nilai, aktif di kelas juga dapat menjadi ajang untuk mengasah kemampuan berkomunikasi dan kepercayaan diri.

4. Mencatat Setiap Materi Mata Kuliah 



Banyak mahasiswa yang hadir hanya untuk memenuhi absen saja, tak jarang dari mereka yang tidak mencatat materi yang disampaikan dosen. Mereka biasanya akan meminjam catatan teman-temannya ketika menjelang UTS dan UAS. Padahal catatan bagi seorang mahasiswa sangatlah diperlukan. Dengan adanya catatan maka mahasiswa dapat mengulang kembali pelajaran yang disampaikan dosen.

5. Mengerjakan Tugas Tepat Waktu


Menunda-nunda tugas merupakan hobi lama mahasiswa. Sikap yang terlalu santai dan malas ini sebenarnya berdampak buruk bagi mahasiswa itu sendiri, mengerjakan tugas saat deadline bisa membuat kita menjadi frustasi. Bagaimana tidak, kita diharuskan menyelesaikan tugas yang menumpuk dalam satu hari akibatnya kita harus menyisihkan waktu tidur dan begadang semalaman. Belum lagi apabila kita menemui kesulitan dalam mengerjakan tugas, mau bertanya kepada teman tetapi tidak ada yang menolong. Kalaupun ada sungguh sangat menyusahkan orang lain bukan? Bilapun tugas dapat terselesaikan apakah hasilnya akan semaksimal mahasiswa yang mengerjakan dengan santai?

Mengerjakan tugas saat deadline sebenarnya memiliki sisi positif juga lho, mengerjakan tugas saat deadline dapat mengasah ketangkasan dan kecakapan kerja kita. Diburu deadline membuat kita harus bekerja seefisien mungkin. Namun hal ini tidak dibenarkan juga.

6. Membagi Waktu dan Tenaga

Bagi mahasiswa aktif atau mahasiswa kura-kura (kuliah-rapat kuliah-rapat) yang memiliki siklus hidup yang dihabiskan untuk belajar dan mengelolah organisasi, membagi waktu dan tenaga adalah syarat wajib! Organisasi menjadi sarana yang tepat untuk mengasah softskill kita dan memperluas jaringan pertemanan. Selain aktif di kelas, seorang mahasiswa juga dituntut aktif dalam lingkungan masyarakat dan memberikan pengaruh atau manfaat positif bagi lingkungannya. Namun tak jarang bagi mahasiswa aktif (aktivis) sering menemui kesulitan untuk mengatur waktu antara kuliah dan organisasi. Membuat skala prioritas bisa menjadi salah satu solusinya, kuliah merupakan tugas utama bagi seorang mahasiswa. Karena kuliah adalah tanggung jawab mahasiswa kepada keluarga.

Poin-poin di atas merupakan sedikit dari banyaknya tips yang mampu mendongkrak IPK. Dengan diiringi doa orang tua dan tekad kuat, segala mimpi dapat terwujud. Salam semangat dari mahasiswa pensiunan aktivis.


-A cup af tea-
6 Trik Mendongkrak IPK 6 Trik Mendongkrak IPK Reviewed by LPM Gemercik on Saturday, February 18, 2017 Rating: 5

Fashion

Close