Dibalik Aksi Mahasiswa Menggugat

 

Dibalik Aksi Mahasiswa Menggugat





GemercikNews, Tasikmalaya (25/01), Gedung Rektorat Universitas Siliwangi ramai oleh peserta Aksi Mahasiswa Menggugat mulai pukul 10.40 WIB. Aksi ini dilakukan oleh 11 mahasiswa UNSIL yang meminta audiensi bersama Rektor serta Wakil Rektor 3 Universitas Siliwangi. Aksi ini sempat terhenti sampai pukul 16.00 WIB karena menunggu kehadiran Rektor UNSIL yang sedang mengunjungi daerah KKN.

Kanaka Jodi, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2014 menjadi Koordinator aksi ini. Kanaka menjelaskan latarbelakang dari aksi yang ia lakukan bersama teman-temannya. Aksi ini dilakukan karena Presiden Mahasiswa UNSIL 2016, Panji Pandi Pandami bersama 3 perwakilan UNSIL menghadiri MUNAS BEM SI di Kalimantan. KJ dan teman-temannya mempertanyakan SK kepengurusan DEM US yang telah berakhir pada 31 Desember 2016. Keberangkatan Presma Panji dan perwakilannya juga tanpa koordinasi dengan pihak Ormawa Fakultas. Bukan hanya itu, Kanaka juga menyinggung dana yang diberikan lembaga untuk ke Kalimantan yang mencapai 10 Juta.

Sebelum aksi digelar, Tim Gemercik berhasil mewawancarai Presiden Mahasiswa Panji Pandi Pandami via Line (23/01). “Secara prinsip kita sudah mendapat izin dari Universitas. Kalau UNSIL menolak, mana mungkin saya bisa berangkat. Seharusnya lembaga yang pertama kali menolak. Karena saya yang meminta izin kepada lembaga, malah difasilitasi lembaga,” tuturnya. Panji mempertanyakan disisi mana UNSIL menolak mengirim delegasi ke MUNAS BEM SI. Disinggung mengenai SK yang masih diperpanjang, Panji menanggapi bahwa tidak mungkin menunggu SK keluar untuk mengikuti acara Munas BEM SI di Kalimantan.




Pukul 16.30 WIB, Rektor Universitas Siliwiangi, Prof. Dr H. Rudi Priyadi, Ir. MS. bersama wakil rektor 3, Dr. Ade Komaludin, SE., M.Sc. melakukan audiensi dengan peserta Aksi Mahasiswa Menggugat di Ruang Rektor. Rektor mempersilakan salah satu perwakilan aksi untuk memaparkan. Hendi Suhendar, Mahasiswa Pendidikan Sejarah mewakili peserta aksi untuk memaparkan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. Pelanggaran tersebut adalah sebagai berikut :

  • SK Kepengurusan DEM US telah berakhir 31 Desember 2016. Namun berani-beraninya melakukan kegiatan dan menghadiri kegiatan MUNAS BEM SI dengan mengatasnamakan perwakilan dari UNSIL tanpa persetujuan Ormawa Fakultas atau DLM US.
  • Pemberangkatan Presiden Mahasiswa UNSIL 2016 menggunakan anggaran 2017 adalah penyalahgunaan anggaran dan wewenang. Karena Presma UNSIL 2016 sudah bukan lagi mandataris Ormawa UNSIL.
  • Pihak Warek 3 selaku pemangku kebijakan kemahasiswaan di Universitas Siliwangi bertindak sewenang-wenang tanpa memperhatikan konstalasi politik Ormawa di Universitas Siliwangi. Dengan memberikan izin Presma UNSIL 2016 mengikuti dan menghadiri MUNAS BEM SI.
  • Universitas Siliwangi bukan bagian dari Aliansi BEM SI. Maka dengan itu, tidak ada kewajiban atau keharusan untuk menghadiri MUNAS BEM SI.

Dari pelanggaran-pelanggaran yang dipaparkan, peserta Aksi Mahasiswa Menggugat menuntut hal-hal dibawah ini :

  • Menarik delegasi UNSIL dari MUNAS BEM SI dan memulangkan mereka dalam kurun waktu 1x24 jam.
  • Delegasi UNSIL yang menghadiri MUNAS BEM SI harus mengklarifikasi dan membuat permohonan maaf secara tertulis dan dipublikasikan melalui banner serta dipajang di kampus.
  • Menekan Rektor UNSIL untuk mengevaluasi kinerja Warek 3 karena bertindak sewenang-wenang dalam memberikan izin dan mengeluarkan anggaran tahun 2017 yang cacat prosedural dan administrasi.

Menanggapi pelanggaran dan tuntutan yang dipaparkan, Warek 3 mengatakan bahwa dana yang digunakan untuk MUNAS BEM SI adalah dana delegasi 2017 yang sudah bisa cair untuk biaya travel dan tiket pesawat saja. “Dalam organisasi tidak mengenal kekosongan. Panji, walau dia demisioner, masih melekat dan mempunyai tanggungjawab,” ungkapnya. Beliau juga memberi penjelasan bahwa keberangkatan Presma Panji dan perwakilan lainnya dilihat dari dua sisi. “Kata Jejen pernah ada forum mengangkat Panji dan Ncep melanjutkan penyelesaian kepengurusan DEM dan DLM US. Hanya memang proses administrasi tidak ditempuh, dirumuskan dan dilaporkan. SK sedang diproses,” tambahnya. Warek 3 menyetujui keberangkatan Presma Panji dan perwakilan lainnya karena melihat Panji sebagai demisioner yang mempunyai tanggungjawab karena kekosongan pemimpin serta ada forum yang menguatkan sesuai pernyataan Jejen Ketua DLM UNSIL 2016.

Merasa tidak puas dengan pemaparan dan jawaban dari Warek 3, Hendi kembali melontarkan pertanyaan saat audiensi berlangsung. “Legalitas Panji ditunjuk dalam forum, apakah mawakili semua mahasiswa atau tidak?” tanyanya. Hendi juga menyinggung LPJ DEM US 2016 yang sempat ditolak oleh 2 fraksi saat MAM (Musyawarah Akbar Mahasiswa). Kanaka Jodi sebagai koordinator aksi mempertanyakan apa kepentingan mengikuti BEM SI dan tanpa meminta saran dari ketua Ormawa Fakultas.



“Ini forum nasional, mahasiswa dilibatkan kesana karena akan memberi manfaat bagi mahasiswa,” jelas Warek 3 memberi alasan mengapa Panji didelegasikan mengikuti MUNAS BEM SI. “Kebijakan Warek 3 adalah kebijakan Rektor. Kita disini husnudzon saja. Dia datang kesana sudah mengabari saya via sms. Saya berpikir positif saja,” tambah Rektor dan membacakan pesan dari Presma Panji. Rektor UNSIL tidak bisa menuruti gugatan peserta aksi untuk meminta Presma Panji dan perwakilannya pulang dalam kurun waktu 1x24 jam karena tiket pesawat untuk pulang sudah dipesan. Rektor menghubungi Panji via telepon didepan peserta aksi untuk memastikan bahwa Panji tidak melakukan strategi apapun dalam penentuan DEM UNSIL kedepannya di Aliansi BEM SI.

Adapun hasil audiensi dengan Rektor dan Warek 3 Universitas Siliwangi adalah sebagai berikut :

  • Rektor menyerahkan sepenuhnya kepada mahasiswa untuk memilih PJS DEM kedepannya dan mengikuti aliansi BEM SI atau tidak.
  • Perwakilan UNSIL yang menghadiri MUNAS BEM SI di Kalimantan menggunakan anggaran dana delegasi 2017 hanya untuk biaya transportasi seperti travel dan tiket pesawat.
  • Perwakilan UNSIL yang sedang menghadiri MUNAS BEM SI di Kalimantan tidak bisa dipulangkan sekarang. Karena tiket pesawat untuk tanggal 29 sudah dipesan. Rektor menjamin bahwa perwakilan UNSIL tidak melakukan strategi apapun dalam penentuan DEM UNSIL kedepannya di Aliansi BEM SI.
  • Permohonan maaf yang diinginkan peserta Aksi Mahasiswa Menggugat akan dibicarakan kembali usai perwakilan UNSIL pulang dari Kalimantan. Rektor juga meminta kepada seluruh mahasiswa untuk husnudzon kepada perwakilan UNSIL.

Setelah mendapatkan hasil audiensi, peserta Aksi Mahasiswa Menggugat menjabat tangan Rektor dan Warek 3 UNSIL dengan tertib dan langsung meninggalkan ruangan. (FajKus, SNE&IMR)
Dibalik Aksi Mahasiswa Menggugat Dibalik Aksi Mahasiswa Menggugat Reviewed by LPM Gemercik on Wednesday, January 25, 2017 Rating: 5

Fashion

Close