Dibalik Aksi Bela Rakyat 121

DIBALIK AKSI BELA RAKYAT 121

DKI Jakarta (12/1/2016). Aksi Bela Rakyat 121 dilaksanakan di 19 titik yang berbeda di Indonesia, salah satunya adalah di Istana Negara, Jakarta Pusat. Ada 25 universitas yang hadir dalam aksi di Jakarta, berjumlah kira-kira 200 mahasiswa yang ikut turun ke jalan. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia ini tidak berhasil bertemu dengan Presiden RI, bapak Joko Widodo. 

Delegasi 3 orang mahasiswa dari BEM SI masuk ke Istana Negara dan disambut oleh Kepala Staf Presiden. Suasana sempat panas ketika langkah mahasiswa diblokade pihak kepolisian untuk bergerak menuju Istana Negara. Tujuan mahasiswa tetap maju pada sore hari itu adalah karena sudah cukup lama delegasi yang masuk ke Istana Negara tidak kunjung keluar dan memberi kabar. Namun suasana tetap berlangsung damai, pun setelah menerima kabar bahwa delegasi tersebut telah selesai dan staf presiden pun menemui mahasiswa di jalan dekat Istana Negara. 

Presiden Joko Widodo tetap tidak bisa bertemu mahasiswa dikarenakan masih menghadiri rapat terbatas di Istana Negara. Akhirnya dihasilkan kontrak politik yang berisi 4 poin, yakni:

1. Menjamin tidak terjadi kelangkaan BBM bersubsidi di seluruh Indonesia. 
2. Dampak kenaikan BBM non subsidi tidak akan menyebabkan kenaikan harga bahan pokok lainnya. 
3. Pemerintah menjamin kenaikan harga listrik untuk 900va dilakukan untuk kepentingan rakyat dan tepat sasaran. Jika tidak tepat sasaran maka dapat diturunkan tarif dasar yang telah dinaikkan. 
4. Kenaikan harga STNK, BPKB dan PNBP lainnya dinaikkan untuk meningkatkan pelayanan di kepolisian, dan jika ada pelayanan yang tidak sesuai maka dapat dilaporkan. 

Presiden Mahasiswa BEM SI mengatakan bahwa jika selama 90 hari ditemukan pelanggaran dan kesalahan, maka Reformasi Jilid II akan segera ditegakkan. (IMR)

MAHASISWA YANG IKUT AKSI KECEWA

Aksi yang berlangsung damai ini memang sempat menegang di mana saat delegasi BEM SI tidak kunjung keluar dari istana pun tidak memberi kabar, dan saat salah satu wartawan dari stasiun televisi swasta meliput masuk ke dalam barisan aksi mahasiswa, sehingga mahasiswa memanas beberapa detik dan mengusir wartawan tersebut agar dapat meliput berita sesuai dengan media lain yang berada di luar barisan. 

Mahasiswa terus berharap Presiden Joko Widodo mau untuk menemui mahasiswa yang turun ke jalan pada aksi ini. Selain itu diharapkan pula perubahan atas kebijakan yang nilai tidak pro rakyat ini.

Mahasiswa yang hadir pada aksi tersebut sepakat untuk tetap dilanjutkannya aksi tersebut, namun bersamaan dengan hasil diskusi semua Presiden Mahasiswa dari Universitas yang hadir akhirnya memilih BEM SI yang mengambil keputusan untuk menarik massa aksi dan memantau kebijakan apa yang telah disepakati saat audiensi di Istana Negara.

Dikabarkan pula kepada massa aksi bahwa surat hasil audiensi di Istana Negara bukan sebuah kontrak politik namun hanya nota kesepahaman yang ditandatangani oleh staf kepresidenan, yakni Tatan Masyudi dan oleh Presiden Mahasiswa BEM SI.

Nota tersebut hanya ditulis tangan di sebuah kertas. Salah satu massa aksi yang tidak ingin ditulis namanya mengungkapkan, "Mengapa tidak diketik? Emang di Istana Negara gak ada printer?". Tanda tangan dalam nota pun tidak bermateraikan, sehingga massa aksi banyak yang merasa bahwa nota tersebut hanya sebuah pemberitahuan biasa. Bahkan saat di dalam istana tidak ada dokumetasinya.

Hal ini membuat beberapa massa aksi merasa kecewa dan akhirnya bubar dari lokasi aksi. (IMR)
Dibalik Aksi Bela Rakyat 121 Dibalik Aksi Bela Rakyat 121 Reviewed by LPM Gemercik on Saturday, January 14, 2017 Rating: 5

Fashion

Close