Dibalik Tutupnya Parkiran FKIP: Parkiran Depan Jadi Sasaran Mahasiswa



Parkiran Belakang Ditutup, Parkiran Depan Jadi Sasaran Mahasiswa




Tasikmalaya (14/12), parkiran yang terletak di dekat gedung Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Siliwangi atau biasa disebut parkiran FKIP pada hari Selasa, 14 Desember 2016 telah tertutup oleh seng-seng dan tidak lagi bisa dilewati oleh pengemudi motor ataupun oleh mahasiswa yang berjalan kaki.

Diketahui sebelumnya parkiran tersebut merupakan milik yayasan sebelum UNSIL resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri  (PTN) sehingga kini telah diambil kembali oleh pihak yayasan dan digunakan untuk Universitas Perjuangan (UNPER) yang terletak tepat di belakang UNSIL. 

Menurut Pak Yayat selaku petugas parkir dari yayasan ini, pada bulan Januari 2017, wilayah UNSIL akan bebas dari parkiran sehingga tidak ada lagi parkiran yang bayar alias gratis. Petugas parkir ini nantinya akan lepas dari pekerjaannya di Universitas Siliwiliwangi. "Katanya mau ada 4 satpam atau tukang parkir, gak tau juga. Gak ada parkiran lagi pokoknya Januari 2017. Kalo udah gini kan kita gak kerja lagi, padahal mahasiswa butuh parkiran. Pertanyaannya, kenapa mahasiswa diam? Gak ada yang naik ke lembaga buat hal ini?” Ujar Pak Yayat saat diwawancarai di dekat Al Muhajirin UNSIL kemarin sore.

Ia berharap mahasiswa bergerak terhadap permasalahan ini dimana semua pihak tidak dirugikan, selain itu parkiran yang bebas tetap menggunakan petugas parkir sebagai penjaga dan digaji oleh pihak lembaga karena efek dari ditiadakannya parkiran adalah para pekerja ini tidak lagi mempunyai pekerjaan. “Saya kerja ini dari 2010, berarti udah 6 tahunan, makan dari mahasiswa, kadang dikasih uang rokok, ya begitu” jelas Pak Yayat lagi.

Saat ditemui sore hari pada Rabu, 14 Desember 2016 di Gedung Rektorat, masih banyak pihak lembaga yang belum mengenai kejadian ini. Sekretaris Rektor, Wakil Rektor 3 dan Pak Budi di Bidang Kemahasiswaan pun belum mengetahui hal tersebut. Kemudian Pak Taufik dari Bagian Umum membenarkan ditutupnya parkiran FKIP. “Iya saya tahu parkirannya ditutup, itu juga tau dari satpam yang jaga disana, pas saya tanya itu punya siapa, katanya emang punya yayasan, saya tau juga dari mahasiswa bukan dari pimpinan," jelas Pak Taufik.

“Bahkan tempat sampah katanya punya yayasan, saya tau masalahnya dari orang-orang, satpam dan mahasiswa lain,” tambahnya. Parkiran akan dibuat di dekat Rumah Kaca dan di dekat Fakultas Pertanian. Parkiran nantinya akan digratiskan sehingga mahasiswa tidak perlu membayar parkiran lagi dan cukup menunjukkan STNK sebagai tanpa kepemilikan motor ataupun mobil. “Kaya di UPI lah tinggal kasih STNK, bisa parkir sendiri jadi gak patumpuk-tumpuk gitu. Gratis gak bayar,” ujar Pak Taufik.



Mahasiswa tidak memerlukan tukang parkir lagi sehingga petugas parkir yang kini ada tidak lagi bekerja, “Mungkin dipikirkan sama yang punyanya, mau dikemana-manakan, disebarkan, kan saya gak tahu, mahasiswa ya bisa lah sendiri, bisa juga mungkin nyuruh OB kan?” jelasnya lagi. Pintu masuk dan keluar UNSIL nantinya akan jelas hanya dari gerbang depan karena tidak ada lagi jalur masuk dari belakang UNSIL yang berdekatan dengan UNPER.

Mahasiswa yang bertempat tinggal sementara atau kost di dekat pintu belakang ini harus mengikuti yang lainnya dengan masuk lewat gerbang depan UNSIL karena ditutupnya pintu belakang ini. Meskipun menjadi masalah bagi mahasiswa, pihak lembaga tidak bisa memaksakan untuk dibuka kembali pintu belakang, karena merupakan kepemilikan pihak yayasan. “Kalo ada teman kost yang bawa motor, ya ikutlah. Mahasiswa kan pikirannya luas, akalnya banyak, atau naik angkutan umum kan bisa, ada yang dari PDK ke sini,” kata Pak Taufik. (Iftihal/sne) 
Dibalik Tutupnya Parkiran FKIP: Parkiran Depan Jadi Sasaran Mahasiswa Dibalik Tutupnya Parkiran FKIP: Parkiran Depan Jadi Sasaran Mahasiswa Reviewed by LPM Gemercik on Thursday, December 15, 2016 Rating: 5

Fashion

Close